Izzah&Khansa homepage
Barisan pedang pena sahabat
Thursday

Ehem!


Cinta Zulaikha

Pernah mendengar kisah Siti Zulaikha?? Seorang wanita yang hidup di zaman anbiya, yang kisah cintanya menggemparkan hingga Allah mengabadikannya dalam kalamNya??

Adalah Yusuf- yang konon ketampanannya membuat orang yang melihat mengiris jari tanpa terasa- yang menjadi tambatan cintanya. Namun apa yang terjadi?? Kasihpun tak sampai ke pelaminan. Zulaikha harus dihadapkan pada dua pilihan, Yusuf atau Rabb yang menciptakannya. Kuasa Allah atas cinta, dan cintaNya pula yang mengubah arah cinta Zulaikha. Ia tinggalkan cinta dunia untuk mengejar cinta Rabbnya.

Kejam cinta, nan ramah melanda// Menunda mimpi keruangan asa

Ke titik pertemuan langit dan bumi// Zulaikha pasrah mencari arti...

Ntah siapa, yang bisa meredam// Cinta zulaikha memberat di dada

Mencintai Yusuf berwajah tampan// Memuji indahnya ciptaan Tuhan

Zulaikha....// Kisah cintamu menggemparkan

Sehingga tersebut dalam Al Quran// Zulaikha...

Cintamu mengundang ujian// Menagih pengorbanan di persimpangan...

Cintakan Tuhan atau insan pilihan....

Dengan rahmat dan kurniaNya jua// Yang mengubah arah cinta Zulaikha

Betapa hebatnya Yusuf tercinta// Lebih hebat Yang Maha Pencipta

Keagungan cinta Zulaikha terbukti. Ia tetapkan Allah sebagai cinta sejati. Tapi cinta Zulaikha pada Yusuf tidak mati. Ia bawa cintanya hingga di penghujung usianya.

Subhanallah....

Betapa beda cinta Zulaikha dengan aplikasi cinta yang biasa kita jumpai. Dimana ia dipuja sebatas kecenderungan hati pada sosok yang dicinta. Tak peduli apakah sosok itu akan mampu membawa ke jalanNya atau tidak. Karena cinta pada makhluk telah lebih meraja daripada Rabb yang menciptakannya. Zulaikha...ia mengajarkan kepada kita bagaimana memprioritaskan cinta. Saat cintanya pada Yusuf menggila dan hampir membuat hatinya buta, ia pun memutuskan Allah swt sebagai muara akhir cintanya....

Terbukti kini, cintamu Zulaikha...// Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Ombak mendung pun terus melanda// Membara cintamu ke hujung usia....

(By. Mustika dalam Cinta Zulaikha)

Jum’at, 26 Mei 2006 di 07:12 a.m koe

Ditulis saat mendengar alunan nasyid Cinta Zulaikha.




Posted by .: Sahabat ^ Sejati :. at Thursday, August 03, 2006
beri kritikan


Sunday

Sebuah Seruan


Kepada segenap Ikhwah pemandu dakwah Islam di setiap tempat;

Kepada setiap muslim

yang punya ikatan janji setia memperjuangkan agamanya;

Kepada seluruh pekerja di ladang dakwah,

di setiap sudut negeri Islam dengan berbagai suku, bangsa dan tradisi

Moga ﷲ memberikan kekuatan keimanan sebagai bekal kehidupan

Ketabahan dan Keikhlasan sebagai bekal jalankan tugas kekhalifahan

Kepekaan dan kearifan untuk selesaikan problem keumatan

Dakwah cermin cinta dan pengorbanan wujud ketaatan

Untuk kekafiran kukenakan pakaian kebesaran

Untuk kesabaran kupilin tali yang panjang

Aku bersandar karena tekad,

bukan kepasrahan

Dan kubangun da'wahku, generasi demi generasi

Tangan bergenggam tangan

Saksikanlah perjanjian kami

Selalu Teguh dalam barisan

Untuk maju atau hancur bersama

FII SABILILLAH

Jangan dilarang

Orang yang melayang pandang ke sabilillah

;ia sudah tahu resah nyata semesta seringai malam bumi kita

Jangan ditahan

Orang yang ingin melemparkan diri ke sabilillah

ia sudah tahu ramuan cinta yang firdaus juga rejam rintangan itu

Jangan dinanti

Orang Yang Pergi ke Sabilillah

ia sudah tahu kemana harus menjual nyawa (QS 9:111)

"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan

berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan ﷲ Yang demikian itu adalah lebih baik

bagimu jika kamu mengetahui"(QS 9:41)

By. Izzah (Terinspirasi oleh puisi Helvy Tiana Rosa)




Posted by .: Sahabat ^ Sejati :. at Sunday, July 23, 2006
Comment (1)


Saturday

Indonesia dan Piala Dunia VS Palestina


Semoga Allah memberikan kemuliaan kepada ummat Islam dimanapun mereka berada. Kemenangan bagi para pembela DienNya dan rahmat bagi mereka yang senantiasa mensyukuri nikmatNya. Amin.

Subhanallah, nahmaduhu wa nastaghfiruhu, betapa hamparan nikmatNya senantiasa memenuhi cakrawala kehidupan ini tanpa pernah terhenti oleh kealpaan, kelalaian bahkan ketidaktahu-dirian kita akan hakekat kehambaan diri. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW. Murobbi terbaik, yang menghabiskan jenak-jenak hidupnya, hingga detik-detik sakaratul maut, hanya untuk menyampaikan risalah Ilahiyah, menunjukkan pada manusia jalan menuju cintaNya dan mengajarkan bagaiamana meng-arifi tiap tapak jalan yang dilalui.

Sungguh, banyak luka di tubuh Indonesia akhir – akhir ini. Musibah terjadi di mana – mana dengan selang waktu yang tidak cukup untuk menghapus memori akan ingatan terhadap musibah sebelumnya… tsunami….gempa bumi…banjir…kekeringan….luapan lumpur panas …wabah penyakit….gunung merapi – yang katanya mbah Marijan sudah sukses menjinakkannya dengan deretan jampi - jampi – ternyata meletus juga. Lalu siapa yang hendak disalahkan bila manusia tak lagi percaya pada Tuhan?!? Siapa yang akan disalahkan bila kemudian gunung muntah dan bumi menggeliat resah sedang semua jenis kemungkaran telah menjadi denyut di setiap nadi kehidupan?? al Quran tak lagi jadi tuntunan?? Maksiat dipertontonkan?? Dan…ah, entah apalagi yang akan terjadi…Mungkin ini cobaan, mungkin pula teguran. Semoga bisa memaknai lebih baik (meminjam kalimat seorang teman).

Palestina….apa kabar Palestina…?? Afwan, kini manusia lebih sibuk memfokuskan mata pada aksi tim idola peserta piala dunia. Mana sempat menangisi derita Palestina. Biar 64 aktivis Islam ditangkapi. Biar para mujahid, anak – anak dan wanita - wanita dibantai, rumah – rumah dirobohkan, al –Aqsho dikepung, atau bahkan dihancurkan sekalipun. Siapa yang peduli??! Horeeee….Itali menaaaaanggg!!! Dan manusia, dari Sabang sampai Merauke, atau mungkin di segenap penjuru dunia bisa jadi sedang berpesta pora, tertawa – tawa dan merasa paling bahagia dengan kemenangan tim idolanya. Lalu Palestina?? "Negara mana itu? Di sebelah mananya peta dunia??". "Punya tim sepak bola gak?? Apa? Gak ada?!" "Sorry, I have no time to think about it!"

Dimana mereka?!? Yang mengaku diri sebagai Generasi ghuroba. Yang menangis saat orang lain tertawa. Yang terjaga kala yang lain lelap dalam mimpinya. Yang peduli pada sesama saat yang lain justru mebuang muka. Yang dunia telah begitu hina baginya. Yang Rasul sebagai qudwahnya. Yang Allah sebagai satu – satunya tujuannya. Yang Al Quran menjadi pedomannya. Yang syahid menjadi cita tertingginya. Dimana???

By. Izzah di 09:00 AM koe

Sudut negeri yang masih aman2 saja, 11 Juli 2006.




Posted by .: Sahabat ^ Sejati :. at Saturday, July 15, 2006
beri kritikan


Friday

Bersiaplah ukh!


BARISAN PEDANG PENA SAHABAT kita akan segera digoreskan untuk menulis kebenaran. Jangan lupa azzam kita dari setiap sudut yang gelap....untuk terus menulis menuju cahaya yang terang.

Hari-hari telah terisi jadwal dengan rapi. Mulai dari amanah profesi, amanah membina, hingga amanah-amanah da wah lainnya yang telah tersusun dengan baik, bahkan berwarna-warni, namun harus tetap ingat untuk menuliskan tetang segala perjuangan kita.

 

Dalam seminggu ini ana off dari dunia internet. Ada perbaikan di ISP nya. o iya sabtu besok ana pulkam. Tunggu kabar dari ana ya! Uhibbuki Fillah. See u

iz jangan lupa menulis!

By.Khansa

 




Posted by .: Sahabat ^ Sejati :. at Friday, July 14, 2006
beri kritikan




Sampai saat ini aku bagai orang asing


Perjalanan kehidupan ini mengajarkan aku banyak hal, tentang menjadi wanita. Masa-masa aku duduk di bangku SMP, aku mengenal banyak teman. Aku sering memperhatikan mereka. Ada yang nakal, brutal, pendiam, alim begitu juga teman-teman perempuanku yang memakai rok mini diatas lutut sampai rok panjang yang nampak begitu anggun dengan gayanya yang lemah gemulai. Pemikiran anak SMP yang belum mengenal Islam. Gank teman-teman yang punya kriteria diatas sering kali menjadi tokoh tersendiri yang cukup menyenangkan untuk diperbincangkan layaknya selebritis. Masa-masa yang menyenangkan, hanya saja aku lebih memilih berteman dengan teman perempuan yang tak banyak bicara. Beda saat aku menginjak bangku SMU, disitu aku diperkenalkan dengan suasana yang lebih islami mulai dari pakaian yang menutup aurat, tata tertib bahkan membuang bungkus permen pun diperhatikan. Saat itu akhwat berjilbab panjang hanya satu orang saja, berkerudung yang sekedar menutup dadanya masih dapat dihitung jari, selebihnya berkerudung mencekik leher, seorang akhwat yang berjilbab panjang saat itu sering menjadi bahan pembicaraan. Saat itu dalam benakku dengan keterbatasan ilmu dan pemahamanku sering bertanya-tanya kenapa kok berjilbab panjang, kok double jilbabnya??? Hingga akhirnya aku menemukan jawabannya setelah lulus smu saat memasuki dunia kampus.

Perjalanan kehidupan membawaku pada dunia kampus yang subhanallah, akhwat-akhwat yang luar biasa ghirohnya, akhwat-akhwat senior yang membuatku terpesona. Ikhwan dan akhwat berbicara dengan hijab yang begitu ketat, ruang gerak akhwat yang begitu luas tanpa campur tangan ikhwan hingga ghadul bashar yang sering kurindukan saat ini, tentang akhwat senior yang menikah diusia dini. Episode kampus ini mengajarkanku tentang wanita sholehah. Namun perubahanku untuk menjadi muslimah yang menutup aurat dengan syar'i sering menjadi bahan pembicaraan di setiap aku pulang kampung di desa orang tuaku tinggal hingga saat ini. Mulai dari kaos kaki, rok yang lebar dan jilbab panjang yang kukenakan, semua orang di kampungku heran dengan penampilanku semenjak aku masuk dunia kuliah. Aku bagai orang asing dipandangan mereka.

Aku mencoba mencari hikmah dari semua itu. Semua ini adalah ujian yang diberikan kepadaku untuk tetap memegang teguh prinsipku  menjadi muslimah yang kaffah, menjadi afifah, qonita, hafidzoh mujahidah, syahidah sholehah. Jika kita membuka siroh nabawiyyah subhanallah ujian para sahabat-sahabat nabi tak ada apa-apanya dibandingkan dengan ujian kita saat ini dalam memperjuangkan islam. Semoga kita bisa cerdas menghadapi roda-roda kehidupan. Wallahu'alam bishawab.

 

 




Posted by .: Sahabat ^ Sejati :. at Friday, July 14, 2006
beri kritikan




.: Sahabat ^ Sejati :.
Izzatunisa dan Al-Khansa adalah dua sahabat yang berjuang untuk bertaqwa, meski berukhuwah di dunia maya namun semuanya terasa sangat nyata, ada cinta ada rindu Tuk selalu kembali pada muara keimanan.
Dari setiap sudut yang gelap....untuk terus menulis menuju cahaya yang terang.

Gallery Jundulloh Kids

salam sapa, taujih & pesan..silahkan diisi
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


.::Sering Mengunjungi::.


eramuslim

keadilan

Qur'an Reciter

boemi-islam

cybermuslim

republika

alsofwah

info palestina

manajemen qalbu

galeri keadilan

radio tarbiyah

hudzaifah

myquran

kota santri

muslim.or.id

lirik nasyid




If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
Credits
Template: elementopia
Image: image cafe
Edited by:
BLOGDRIVE
TEMPLATES
Elementopia : Wild Flower

Blogdrive
rss feed